Biasa-Biasa, eh Ternyata Luar Biasa; untuk Sahabat Ipran, Fransiskus Borgias
Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.
Emad Lalong sebagai wakil keluarga bersaksi siapa Fransiskus Borgias sehari-harinya dalam lingkaran keluarga dan lingkaran sosialnya.
Saya melihat sambutan Emad Lalong ini sebagai mahkota dari seluruh perisitiwa semalam, dalam gaya yang piawai dan simpatik.
Sebagai adik, saya merasa sangat terwakili dan berbangga sambil tersenyum menyimak kalimat demi kalimat.
Emad Lalong menerima semua testimoni romo dekan dengan gaya bahasa memperlawankannya. ‘Saya baru tahu bahwa Frans ini teolog dan filsuf, padahal sehari-hari dengan kami dan WA group lingkungan sosial kami, Frans ini biasa-biasa saja!”
Langsung disambut gerrrrr dari umat dan terutama para pastor konselebran. Beberapa kali, Emad Lalong sebut frase ‘biasa-biasa saja,’ dan setiap kali itu juga, kepala-kepala para pastor itu mengangguk-angguk sambil tersenyum dan tertawa kecil.
Yang saya mau katakan, begini, Emad Lalong. Pastor-pastor konselebrantes itu, semuanya teolog dan filsuf. Mereka itu dosen di UNPAR. Apakah mereka tertawa karena lucu? Mungkin, tapi tidak sepenuhnya.