Biasa-Biasa, eh Ternyata Luar Biasa; untuk Sahabat Ipran, Fransiskus Borgias

Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.

Yang ingin saya katakan, begini. Semua yang diperkatakan romo dekan semalam, memang demikianlah adanya Ipran.

Filsafat dan teologi yang dia pelajari dengan teliti tentu menjadi dasar dan arah perilakunya. Apa sih yang dicari oleh teologi dan filsafat? Yah, cinta, kebahagiaan, kebenaran dan gabungan dari semuanya ialah keindahan. Bukankah semua yang diperkatakan tentangnya itu adalah sebuah keindahan?

Saya bersyukur dan berbangga sebagai teman main masa kecilnya (enam tahun di Seminari Pius XII Kisol) bahwa Tuhan menganugerahkan keindahan ini kepada Fakultas Filsafat Unpar.

Ini alasannya. Di zaman akselerasi informasi sekarang ini, ketololan dan kebodohan merebak di mana-mana. Tidak jelas mana pintar beneran dan mana pintar bohongan dan asal-asalan. Di mana-mana orang memperbenarkan kepalsuan dan memperbohongkan kebenaran yang mereka bungkus dengan istilah post truth, dengan memperkatakan terus menerus kepalsuan agar lama-lama diterima sebagai kebenaran. Di mana-mana orang berbangga berdelusi dengan sengaja menjarakkan ucapan dan fakta.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More