Biasa-Biasa, eh Ternyata Luar Biasa; untuk Sahabat Ipran, Fransiskus Borgias

Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.

Pertama: Attentive, penuh perhatian.

Ada mungkin empat atau lima kali kata ‘attentive’ ini keluar dari mulut Romo dekan. Dugaan saya, Romo dekan mungkin tidak bisa menemukan kata lain lagi selain attentive untuk meringkaskan dan menyimpulkan sosok Fransiskus Borgias.

Kalau begitu ya, was ist noch mehr (=apa-nya lagi sesudah itu) tentang Borgias. Itu sudah, begitu ungkapan kita di Manggarai.

Sebab frase penuh perhatian itu berasal dari kata kerja ‘memper-hati-kan.’ Berarti, menaruh segala sesuatu dalam hati. Yang ditaruh di dalam hati biasanya selalu diingat. Hati adalah keluasan cinta. Hati Ipran kosong untuk dipenuhi oleh orang-orang yang dikasihinya, yang tentu tidak sama dengan saya yang banyak mengisi hati dengan perabot-perabot kotor dan jorok.

Maka yang muncul di permukaan ialah Fransiskus Borgias yang adem, at home, mendengarkan, terbuka (open minded), mendetail, tidak setengah-setengah, enak bergaul, mudah diakhrabi melalui senyumnya yang tulus sumringah. Dan masih banyak lagi romo katakan, tapi selalu hampir di akhir beberapa frase, kata ‘attentive’ diucapkan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More