
Secara eksternal; kita memiliki hubungan dengan alam sekitar, alam semesta, melalui asupan makanan bergizi, udara bersih dan tentu dibarengi dengan masuknya udara kotor bersamaan dengan racun, masuk ke dalam tubuh kita yang rapuh. Melului makanan dan minuman. Bisa juga melalui cara- cara bunuh diri, minum Racun, seperti kejadian di hotel Centro Bajo, seorang Kepala Desa, dari sebuah Desa di Macang Pacar, bunuh diri di kamar hotel, hari Kamis, 16 Desember 2021.
Lama kelamaan, perlahan namun pasti, akan menggerogoti tubuh yang sehat dan mengganggu jiwa kita. Hanya sebagian kecil saja manusia yang sadar untuk berefleksi tentang hidup yang sabar dalam ujian ini. Jauhkan dari sikap putus asa dalam mengatasi masalah hidup. Banyak ahli menggaris bawahi, bahwa masalah adalah bagian dari hidup kita. Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan. Perlu kesabaran untuk mengatasinya.
Secara Imaniah; sejak manusia jatuh kedalam dosa pusaka (kisah kejadian), dengan memakan buah terlarang di Taman Firdaus, mulai saat itu manusia sudah terbelenggu dan jatuh dalam dosa pusaka yang dibuat oleh Eva dan Adam melalui godaan binatang jahanam si Ular penggoda. Dengan demikian, manusia dari jaman ke jaman tanpa pandang bulu terwaris oleh dosa pusaka karena kesombongannya.