Berjalan Bersama dalam Persekutuan Sinergis, Mewujudkan Gereja yang Sinodal, Solid, dan Solider untuk Keselamatan Dunia
Hasil Sidang Pastoral Post-Natal Keuskupan Labuan Bajo
16. Evaluasi sejati bukan hanya soal angka capaian, tetapi kualitas “berbuah” yang mencerminkan hidup Kristus dalam komunitas. Kristus sebagai pengusaha kebun anggur yang memangkas agar lebih berbuah (Yoh. 15:2)—evaluasi dan koreksi adalah tanda kasih Allah, bukan ancaman. Ini adalah penerapan spiritualitas discernment praktis dalam manajemen risiko pastoral.
B. Kriteria Penilaian Pastoral
17. Sinodalitas autentik bukan sekadar jargon atau mekanisme administratif, melainkan cara hidup Gereja yang berjalan bersama, di mana setiap suara—terutama yang terpinggirkan—didengarkan dalam proses discernment. Mendengarkan bukan sekadar sopan santun pastoral, melainkan suatu tindakan rohani (bdk. Mrk. 4:9). Sinodalitas bukan berarti selalu sepakat, tetapi tetap berjalan bersama meski berbeda pandangan. Egosentrisme klerikal adalah pencederaan terhadap hakikat sinodalitas dan penghalang bagi tumbuhnya sinergitas yang menempatkan Roh Kudus sebagai pemandu utama (bdk. Synodality in the Life and Mission of the Church, 49–52).