Berjalan Bersama dalam Persekutuan Sinergis, Mewujudkan Gereja yang Sinodal, Solid, dan Solider untuk Keselamatan Dunia
Hasil Sidang Pastoral Post-Natal Keuskupan Labuan Bajo
5. Pelaksanaan Sidang Pastoral dilakukan melalui metode pastoral “Melihat–Menilai–Memutuskan”. Proses ini bertujuan untuk membaca tanda-tanda zaman, melakukan discernment teologis-pastoral, dan menegaskan arah transformasi misi Gereja Keuskupan Labuan Bajo. Setelah tahap perayaan dan peneguhan, Sidang Pastoral dilanjutkan dengan penerapan hasil-hasilnya di setiap Kevikepan, Paroki, Stasi/Wilayah, dan Komunitas Basis Gerejawi (KBG) melalui koordinasi dan komunikasi berkelanjutan.
III. GEREJA KEUSKUPAN LABUAN BAJO: MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN
A. Konteks Eklesial dan Sosial
6. Sebagai keuskupan muda di ujung barat Pulau Flores, Labuan Bajo berada pada titik kritis transformasi. Keuskupan ini menghadapi tanda-tanda zaman yang menantang: pariwisata super premium yang membawa dampak ganda—peluang ekonomi sekaligus ancaman konsumerisme dan hedonisme, bonus demografi, serta ancaman ekologis; transisi digital cepat yang menciptakan lompatan unik dari tradisi oral ke literasi digital visual; serta perubahan sosial-budaya yang ditandai oleh budaya money oriented yang menghambat partisipasi umat dalam kegiatan pastoral.