Berjalan Bersama dalam Persekutuan Sinergis, Mewujudkan Gereja yang Sinodal, Solid, dan Solider untuk Keselamatan Dunia

Hasil Sidang Pastoral Post-Natal Keuskupan Labuan Bajo

26. Pilar Ketiga: Budaya refleksi, monitoring, dan evaluasi. Semua program dilaksanakan dalam semangat refleksi kolektif melalui Monev sinodal, sederhana, dan berjenjang—setiap karya menjadi wadah pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi bukan sekadar administratif, tetapi discernment rohani atas buah pelayanan.

27. Pilar Keempat: Kesiapan dan kapasitas SDM pastoral. Perhatian khusus pada peningkatan kesiapan imam, religius, dan awam agar mampu menjalankan peran sinodal, memahami Renstra, dan melayani secara realistis-bertanggung jawab. Formasi berkelanjutan menjadi investasi utama untuk keberlanjutan misi Gereja.

28. Pilar Kelima: Pelayanan bertahap, kontekstual, dan realistis. Program terfokus, bertahap, sesuai konteks paroki/wilayah, dengan manajemen risiko implementatif agar tidak terjadi penumpukan kegiatan yang melemahkan daya layanan. Setiap paroki mengembangkan program prioritas sesuai kebutuhan lokalnya.

29. Pilar Keenam: Menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi Umat. Penguatan kepercayaan melalui tata kelola terbuka, komunikasi jujur, keterlibatan umat dalam perencanaan-pelaksanaan-evaluasi. Liturgi semakin hidup, tata kelola tertib komunikatif, pelayanan berdampak bagi umat kecil dan rentan sebagai tanda konkret solidaritas.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More