
Albinisme Dalam Perspektif Pendidikan Inklusi
Oleh : Fitri Febri Handayani, Tarsisius Tukang , Ery Wati.
Semua tipe albinisme menyebabkan gangguan pada mata. Beberapa tanda dan gejalanya adalah penurunan fungsi penglihatan akibat kelainan pada perkembangan retina,gerakan mata tidak terkendali atau nistagmus,, mata sensitif terhadap cahaya atau fotofobia, mata juling atau strabismusr, rabun dekat atau hipermetropi, mata silinder atau astigmatisme,rabun jauh atau miopi hingga kebutaan. Gangguan penglihatan ini dapat membuat penderita albinisme anak-anak terlihat kikuk dan bingung saat merangkak atau mengambil suatu benda. Akan tetapi, biasanya kemampuan adaptasinya akan membaik seiring pertambahan usia.
Selain mata kulit albino tanpa melamin menyebabkan kulit mudah terbakar di terik matahari bahkan mudah terkena kanker kulit.
Karena perbedaan warna kulit sertas keterbatasan pada penglihatan tersebut maka seorang albino sering mendapat diskrimasi dan bulyan karena perbedaannya tersebut. Hasil riset menunjukan bahwa albinisme terjadi pada 1:20.000 kelahiran artinya setiap kelahiran 20 ribu bayi ada 1 albinisme.