
Albinisme Dalam Perspektif Pendidikan Inklusi
Oleh : Fitri Febri Handayani, Tarsisius Tukang , Ery Wati.
Kekurangan melanin pada albinisme memengaruhi warna kulit, rambut, mata, dan fungsi penglihatan. Gejala dan keluhan yang muncul tergantung pada jumlah melanin yang diproduksi oleh tubuh. Umumnya, gejala albinisme akan menyebabkan adanya hipopigmentasi pada kulit. Namun pada beberapa kasus, warna kulit dan rambut penderita albinisme nyaris sama dengan orang tua atau saudaranya yang normal.
Tanda yang paling mencolok pada penderita albinisme adalah warna rambut, alis dan bulu mata yang bisa berwarna cokelat, kuning, atau sangat putih. Begitu juga warna kulitnya, bisa berwarna cokelat atau putih pucat. Warna iris mata penderita albinisme juga bisa berwarna cokelat, biru terang, atau kemerahan. Kelainan warna organ tubuh di atas merupakan tanda yang paling umum pada penderita albinisme. Pada beberapa kasus, warna rambut, kulit, dan iris mata dapat berubah menjadi lebih gelap seiring bertambahnya usia. Perubahan tersebut bisa disebabkan oleh peningkatan produksi melanin atau paparan mineral tertentu yang ada di lingkungan.